FmD4FRX3FmXvDZXvGZT3FRFgNBP1w326w3z1NBMhNV5=
items

Memoles Jalan Desa dengan Program Padat Karya Tunai



Deru mesin molen pengaduk batu, pasir, dan semen terdengar memekakkan telinga bercampur denting cangkul yang mengeruk pasir untuk kemudian dipasok ke mulut mesin penggiling. Berember-ember adukan diangkut dan ditumpahkan untuk membuat jalan rabat. Tak kurang 30 pekerja terlihat terlibat dalam pembangunan jalan rabat itu. Tua, muda, petani, buruh, sampai pencari belut turut serta membangun desanya dengan program padat karya tunai (PKT).
Program PKT yang kian digalakkan ini memantik warga untuk terjun langsung berpartisipasi dalam pembangunan desa. Seperti di Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang tengah membangun jalan rabat.

foto : kumparan.com

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, meninjau langsung program PKT di Desa Ramban Kulon tersebut. Dia ingin memastikan dana desa bisa terserap maksimal.

"Saya meninjau apakah dana desa terserap tahap 1 dan 2 , ternyata sudah terserap. Selain itu, mengecek apakah PKT jalan. Memang yang mengerjakan masyarakat asli desa dan sesuai UMP setempat," kata Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, Senin (16/7).

Dia berharap dengan program PKT masyarakat mendapat income langsung dan terjadi perputaran ekonomi di desa. "Saya juga mengapresiasi jumlah kemiskinan yang turun di Bondowoso dari 22 persen menjadi 14 persen," katanya.

Mayoritas penduduk di Desa Ramban Kulon adalah petani. Sehingga, pembangunan akses jalan menuju lahan pertanian menjadi hal yang sangat penting.

Dari hasil musyawarah desa dan kebaikan hati seorang warga, Ahmad Yasin, yang mewakafkan sebagian tanah sawahnya untuk jalan tani, dimulailah 
pembangunan jalan rabat dengan volume 241x2x0,15 M.

Dari total anggaran dana desa di Desa Ramban sebesar Rp 957.245.000, dialokasikan untuk pembangunan jalan rabat Rp 94.639.795 dan HOK Rp.26.830.000. Pekerja mendapat upah per hari Rp.70.000 untuk tukang, dan untuk buruh Rp.55.000 dengan lama waktu pelaksanaan 14 hari.

Pemanfaatan jalan tani ini bakal menjangkau hingga 129 KK, dilakukan dengan swakelola dan melibatkan masyarakat warga sekitar yang masuk kategori miskin dan buruh.

Latif, Sekretaris Desa Ramban Kulon, mengatakan pembangunan jalan rabat ini penting untuk akses jalan mengirimkan hasil pertanian dan mempermudah akses para petani.

"Tadinya jalan berbatu, becek, dan hanya bisa dilewati dengan jalan kaki. Akses perekonomian semakin baik. Dengan adanya PKT mereka bisa bekerja," ungkapnya.

Sementara itu, seorang Pendamping Desa, Andiono, mengatakan bahwa tugas pendamping desa adalah untuk mendorong dan menstimulus,  adapun yang bergerak adalah masyarakatnya sendiri.

"Kami mendorong transparansi, salah satunya mempublikasikan APBDes di kantor desa, juga di jalan-jalan strategis dan mendorong partisipasi dengan keterlibatan masyarakat di musyawarah desa (musdes)," terangnya.

Salah seorang waga, Hasian, mengatakan secara ekonomi, PKT mampu membuka lahan pekerjaan bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan.
"Awalnya becek dan jauh tempat ini. 2015 baru di buka setelah ada dana desa. Dengan dirabat enak sudah manfaatnya, petani yang sebelah bisa lewat semua," ucapnya optimistis.



0/Post a Comment/Comments

73745675015091643