FmD4FRX3FmXvDZXvGZT3FRFgNBP1w326w3z1NBMhNV5=
items

Presiden Joko Widodo Evaluasi Kebijakan Pembangunan & Pemberdayaan Masyarakat Desa




Foto : Asep Jazuli/Insan Desa Institute



INSAN DESA INSTITUTE, Garut – Dalam agenda kunjungan kerjanya pada hari kedua di Kabupaten Garut, Presiden Joko Widodo ( Jokowi )  memberikan pengarahan pada kegiatan Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Sekaligus Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa yang di selenggarakan oleh Kemendesa PDTT RI di GOR Ciateul Kabupaten Garut ( 19/01/2019).

Kedatangan Presiden disambut oleh Kepala Desa, Perangkat Desa, Pengurus BUMDesa, TPID, Kader Posyandu, Kader PAUD se Kab Garut serta Pendamping Desa dari Kabupaten Garut, Sumedang, Tasikmalaya  dan lain-lain yang telah sejak pagi menanti kedatangannya.

Presiden hadir di dampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo serta beberapa Pejabat yang turut hadir antara lain Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Garut Rudy Gunawan.

Foto : Facebook Kemendesa


Dihadapan hadirin, Kepala Negara, menyampaikan "bahwa anggaran dana desa yang digelontorkan setiap tahunnya tidak pernah mengalami penurunan. Dari Rp 20,67 T pada 2015 meningkat menjadi Rp 46,98 T pada 2016, lalu sebesar Rp 60 T pada 2017 dan 2018 sebesar Rp 60 T. Sedangkan untuk tahun 2019 dinaikkan menjadi sebesar Rp 70 T. Presiden Joko Widodo berpesan kepada seluruh kepala desa agar pemanfaatan dana desa yang sebelumnya lebih cenderung ke pembangunan infrastruktur, dapat dialihkan ke pemberdayaan masyarakat desa & pemberdayaan ekonomi” terangnya.

Presiden memberikan contoh pemanfaatan Dana Desa untuk membangun fasilitas unggulan desa misalnya pengembangan pariwisata desa seperti yang dilakukan program kreatif desa Umbul Ponggok di Desa Ponggok yang berhasil meraih pendapatan Rp14 miliar.

Ia juga berpesan agar pembelian material untuk pembangunan desa yang menggunakan dana desa dilakukan di desa itu juga, Dana desa diberikan agar perputaran uang lebih banyak di desa-desa. Dengan upaya itu perekonomian di desa-desa diharapkan dapat berkembang. "Semakin banyak uang yang beredar di sebuah sebuah desa, sebuah kecamatan, maka otomatis ekonomi itu akan bergerak di bawah."

"Jangan biarkan uang itu kembali ke Jakarta, jangan biarkan uang itu kembali ke kota, semakin banyak uang beredar di desa kesejahteraan ekonomi masyarakat desa semakin baik," katanya.

Selain itu, Presiden juga berpesan agar proyek pembangunan desa menggunakan tenaga kerja dari desa setempat sehingga masyarakat dapat ikut bekerja dan memperoleh penghasilan dari hasil kerjanya melalui dana desa tersebut. (Asj)

                                                             




0/Post a Comment/Comments

73745675015091643