FmD4FRX3FmXvDZXvGZT3FRFgNBP1w326w3z1NBMhNV5=
items

DISKIFASANDITIK KAB SUMEDANG SOSIALISASIKAN APLIKASI SAPA WARGA DAN PEMBENTUKAN KIM

INSANDESA INSTITUTE - Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Persandian dan Statisktik, menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Aplikasi Sapa Warga yang bertempat di Aula Desa Darmajaya pada selasa (01/10/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan RT/RW, Perangkat Desa, Pendamping Lokal Desa dan Kasi Tapem dari Kecamatan Jatinunggal, Wado, Cibugel, Darmaraja, Cisitu, dan Situraja.

Puluhan peserta terlihat antusias menyimak materi dan simulasi yang disampaikan oleh pemateri. Sapa Warga merupakan salah satu program pendukung Desa Digital untuk memangkas gap komunikasi masyarakat desa dengan Pemdaprov Jabar. Ketua Rukun Warga (RW) sebagai penanggungjawab telah diberi gawai yang dilengkapi aplikasi Sapa Warga supaya dapat berkomunikasi secara virtual dengan Gubernur Jabar maupun Bupati/Walikotanya. Ketua RW pun bisa memberikan laporan terkait potensi wilayahnya maupun membuat pengaduan.


Sebagaimana dilansir dari media online merdeka.com, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPM-Desa) Dedi Supandi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat terkait spesifikasi gawai untuk Sapa Warga, mulai dari dapur pacu sampai ukuran layar. Dedi juga menyatakan, Sapa Warga mempunyai tiga fungsi utama, yakni layanan publik, informasi, dan pengaduan. Menurutnya, dengan Sapa Warga, Pemdaprov Jawa Barat dapat memonitor perkembangan desa dengan mudah.

"Kita berharap menghilangkan akses sekat informasi antara desa dengan pemerintahannya. Kita berharap dengan Sapa Warga, posisi desa pun mampu mengakses dan mempopulerkan potensi mereka tanpa sekat," ucap Dedi.
Dedi memastikan, Sapa Warga merupakan salah satu program yang dapat meningkatkan kualitas layanan publik masyarakat desa, seperti E-Samsat yang memudahkan masyarakat desa dalam membayar pajak kendaraan bermotor.
"Ada informasi yang dianggap penting. Di dalam Sapa Warga berisi nomor Kepolisian, Rumah Sakit, Pemadam Kebakaran. Ada juga tentang penangan stunting. Ada juga pengaduan, yang terhubung dengan Jabar Quick Response," katanya.
Selain Sosialisasi penggunaan Aplikasi Sapa Warga, pada kesempatan yang sama dilakukan sosialisasi pembentukan KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) di Desa.

Kepala Bidang Komunikasi pada Diskifasanditik Kabupaten Sumedang, Dadang Sundara,SP, mengatakan bahwa pada tahun 2019 Pemerintah Daerah mempunyai target membentuk KIM minimal satu desa satu KIM. Dirinya juga menerangkan bahwa urgensi pembantukan KIM di Desa.

"KIM dibentuk untuk meningkatkan pengetahuan, kecerdasan, keterampilan dan kearifan masyarakat. Selain itu, KIM membantu memberikan informasi, pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang bermanfaat bagi semua aspek pembangunan. Artinya, KIM yang dibentuk oleh masyarakat harus dapat berguna juga bagi masyarakat", imbuhnya.

Ia juga  mengatakan, "perkembangan teknologi begitu cepat. Menurutnya sejalan dengan informasi yang diperoleh masyarakat. Diperlukan kearifan dalam memanfaatkan teknologi agar informasi yang sampai ke masyarakat adalah informasi yang baik, benar dan positif. Dengan adanya Aplikasi Sapa Warga ini dapat dipadukan dengan KIM tersebut, kalau dibaratkan Aplikasi Sapa Warga sebagai media/alatnya, dan KIM sebagai kelompok pengelola dan pengisi konten informasinya”, Pungkas pria mantan Sekcam Cibugel ini. (asj)

0/Post a Comment/Comments

73745675015091643