Tingkatkan Budaya baca masyarakat, TBM AS-Sa’adah Selenggarakan Seminar Literasi.





INSAN DESA INSTITUTE - Menyikapi semakin rendahnya budaya di masyarakat TBM As-Sa’adah yang berada di bawah naungan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) mengadakan kegiatan seminar literasi, pada hari Minggu 27 Oktober 2019, di Aula PKBM As-Sa’adah Desa Sindangsari Kecamatan Sukasari kabupetan Sumedang

Kegiatan tersebut mengusung sebuah tema “ Menumbuhkan Gairah baca Masyarakat Dalam Menghadapi tantangan di era 4.0” rendahnya budaya baca masayarakat bisa  dari beberapa faktor termasuk keterbatasannya sarana untuk mengakses bahan bacaan bagi masyarakat karena di tiap desapun perpustakan Desa banyak yang tidak berjalan bahkan ada yang tidak memiliki perpustakaannya selain itu pengaruh gadget yang luar biasa mengepung masyarakat dari segala usia.

Kegiatan seminar Literasi juga sebagai langkah dalam mendukung gerakan Literasi masyarakat (GLM) di Kabupaten Sumedang karena beberapa waktu yang lalu Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M. bersama Sekda Sumedang Drs. Herman Suryatman, M.Si telah mencanangkan Sumedang sebagai kabupaten Literasi dengan Dirjen PAUD dan Dikmas Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan maka, sebagai indikatornya di tiap Desa diharapakan adanya Perpustakaan Desa atau TBM yang berjalan aktif untuk terus menumbuhkan minat baca masyarakat.



Keberadaan TBM  dimaksudkan untuk menyediakan sarana pembelajaran buat masyarakat dengan mudah dan murah, sebagaimana diungkapkan Direktorat Jendral PAUDNI (2012) antara lain meningkatkan kemampuan keberaksaraan dan keterampilan membaca, Menumbuhkembangkan minat dan kegemaran membaca, membangun masyarakat membaca dan belajar, mewujudkan kualitas dan kemandirian masyarakat yang berpengetahuan, trampil, berbudaya maju dan beradab maka dengan itu akan tercipta insan yang literat dan siap dalam menghadapi tantangan di era 4.0.

Rohimat  Saputra, S.Sos selaku penggagas TBM As-Sa’adah mencoba membuat Inovasi dalam meyebarkan virus Literasi di Desanya, ia mencoba membuat pojok baca dibeberapa titik Seperti PAUD hingga ke tempat cukur rambut. Hal itu ia lakukan karena menurutnya tempat yang dianggap tepat untuk meningkatkkan gairah membaca dimana titik tersebut tempat  berkumpulnya masyarakat  disanalah peluang untuk memulai gerakan literasi karena akan ada aktifitas baru yang bermanfaat sambil menunggu. Konsep ini  nantinya bisa  diperluas hingga Puskesmas dan tempat umum-umum lainnya namun saat ini hanya  gerakan kecil saja yang dilakukan karena semua itu memerlukan biaya oprasional terutama dalam pengadaan bahan pustakanya.


Dalam Seminar ini sebanyak  delapan puluh  peserta bisa hadir di Aula PKBM As-Sa’adah Desa Sindangsari dari berbagai kalangan ada pemuda, kader PKK, penglola PAUD hingga tokoh masyarakat, apabila gerakan Literasi masyarakat sudah berjalan dengan baik maka sudah seharusnya Desa mengalokasikan pendanaan dari dana Desa untuk kegiatan bidang literasi baik memperkuat TBM yang ada atau bisa sambil menghidupkan perpustakaan Desa karena selama ini pembangunan hanya cenderung untuk memenuhi bidang insprastruktur.

Oleh : ROHMAN GUMILAR
(Kontibutor Insan Desa Institute)

Post a Comment

Sampaikan Komentar Anda Disini....

Previous Post Next Post