FmD4FRX3FmXvDZXvGZT3FRFgNBP1w326w3z1NBMhNV5=
items

Mitigasi Bencana Dalam RPJMDesa

Penyusunan rencana pembangunan desa harus mengarusutamakan upaya pengurangan risiko bencana dalam pembangunan desa. Selain kegiatan penguatan kapasitas untuk meningkatkan kemampuan dalam merancang upaya mitigasi bencana, maka sebuah rencana pembangunan desa berbasis mitigasi bencana bisa dilaksanakan dengan beberapa skenario sebagai berikut, yaitu:




  1. Pada situasi bersamaan dengan proses Musrenbang, maka lakukanlah upaya mitigasi bencana bersamaan dengan proses Musrenbang. Lakukanlah analisis risiko bencana bersamaan dengan proses penggalian data dan informasi Musrenbang.

  2. Bilamana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa) sudah terlanjur dibuat, maka dokumen upaya mitigasi bencana bisa dijadikan lampiran atau suplemen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa. Akan lebih baik jika jangka waktu rencana program pengurangan risiko ini disesuaikan dengan sisa jangka waktu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa.


Untuk melengkapi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) Kajian risiko bencana perlu dilakukan. Kajian resiko bencanan yang dilakukan secara partisipatif oleh masyarakat, akan memberikan gambaran tentang masalah yang dihadapi, termasuk gambaran tentang tingkat ancaman bahaya, tingkat kerentanan yang meliputi kerentanan fisik, kerentanan ekonomi, kerentanan sosial, dan kerentanan lingkungan. Kajian risiko bencana juga telah memberikan gambaran lebih cermat tentang potensi kemampuan masyarakat dalam upaya-upaya pengurangan risiko bencana.



Menyusun Rencana Pengurangan Risiko Bencana tingkat Desa, pada hakikatnya adalah melakukan suatu perencanaan strategis untuk merespons risiko bencana yang mengancam desa. Perencanaan strategis dapat membantu masyarakat memfokuskan visi dan prioritasnya untuk melakukan upaya-upaya mitigasi bencana dan memastikan masyarakat serta pihakpihak terkait lainnya bekerja kearah tujuan yang sama. Perencanaan strategis bisa membantu masyarakat desa untuk memanfaatkan potensi-potensi dan sumber daya yang dimilikinya secara optimal dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.


Beberapa alasan mengapa upaya mitigasi bencana perlu dilakukan melalui sebuah perencanaan strategis, adalah:




  1. Prosesnya strategis, sebab mengandung kegiatan memilih cara-cara terbaik untuk merespons risiko bencana yang mengancam desa dan situasi-situasi masa depan yang penuh ketidakpastian.

  2. Prosesnya sistematis; langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan perencanaan strategis terdiri berdasarkan analisis atas fakta-fakta yang telah terjadi dan menghubungkannya dengan kemungkinan-kemungkinan di masa depan yang bisa mendukung atau mengancam pencapaian tujuan dalam urutan yang logis.

  3. Adanya prioritisasi. Para pihak yang terlibat dalam penyusunan rencana strategis menyusun prioritas-prioritas berdasarkan tingkat kepentingan, ketersediaan sumber daya, waktu yang tersedia, untuk bisa menetapkan tujuan dan hasil maksimum yang bisa dicapai.

  4. Proses perencanaan strategis juga mampu membangun komitmen dari para penyusun dan warga masyarakat. Selain itu, perencanaan strategis bisa mengurangi atau mengatasi perselisihan yang ada dengan cara-cara yang konstruktif. Berhubung penyusunannya dilakukan dengan melibatkan banyak pihak, maka dokumen perencanaan strategis bersifat mengikat.

0/Post a Comment/Comments

73745675015091643