FmD4FRX3FmXvDZXvGZT3FRFgNBP1w326w3z1NBMhNV5=
items

Demokrasi Digital: Siapkah Kita?

Saat ini istilah "digital" ditambahkan pada berbagai aspek; ekonomi digital; pendidikan digital; komunitas digital; demokrasi digital. Digitalisasi merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari; dari ekonomi hingga politik. Kata "digital" mengacu pada penggunaan media digital dalam aneka kegiatan dan aktivitas.


Kita memegang media komunikasi yang paling fantastis di tangan kita. Percakapan politik bertransformasi menjadi 10 bites rekaman suara; voting cukup dilakukan dengan satu kali klik; dan opini serta ide menjadi semakin krusial dalam politik. Di California, hearing legislatif negara dapat diakses dengan menggunakan Google. Kampanye politik, kelompok kepentingan, dan tindakan legislatif lainnya juga dapat diakses dengan internet. Di Hongkong, warga menggunakan situs web, surel, video online dan pesan singkat untuk memobilisasi keluarga dan teman-teman untuk berpartisipasi dalam demonstrasi. Teknologi baru menjembatani keterlibatan politik. Internet memfasilitasi partisipasi masyarakat berbasis dalam banyak aspek kehidupan sipil.


Demokrasi digital mengacu pada penggunaan media digital dalam komunikasi politik online dan offline. Kegiatan politik tidak hanya terjadi di internet tetapi juga dalam pertemuan fisik yang memanfaatkan media digital. Media online berfungsi sebagai platform yang mentransformasi hubungan antara masyarakat dan pemerintah. Demokrasi digital datang dengan peluang dan juga tantangan. Di era masyarakat digital ini, bisnis dan pemerintahan bertransformasi melalui media digital.


Internet mendidik orang tentang demokrasi. Semua orang dapat melakukan penelitian melalui internet; mudah, murah, dan mudah digunakan. Internet memungkinkan warga negara untuk mengakses dan menyebarkan informasi tentang politisi; memungkinkan masukan dan wawasan bagi para pemangku kepentingan. Teknologi digital adalah cara terbaik untuk mengomunikasikan ide-ide, dan demokrasi adalah cara terbaik untuk mewujudkan ide-ide tersebut. Media digital mengubah cara kita untuk bertukar ide dan menyalurkan pendapat. Berkat internet, lebih mudah bagi kita untuk memantau wakil terpilih dan mengawasi penggunaan biaya. Pemerintah tidak hanya menginformasikan warga tentang kebijakan mereka di situs web resmi mereka, tetapi juga mengundang warga untuk membalas atau memiliki masukan dengan ide-ide, saran dan keluhan mereka sendiri.


Namun, perlu dicatat pula bahwa penggunaan broadband secara luas membawa serangkaian kompleksitas. Terlalu banyak informasi justru dapat berbalik merugikan. Semua orang bisa berpendapat, semua orang dapat mengubah status. Terlalu banyak pendapat, terlalu banyak noise; membuat lebih sulit dan lebih lama untuk menyaringnya satu per satu. Kesenjangan digital antara mereka yang memiliki akses ke media digital dengan mereka yang tidak juga dapat berakibat biasnya penerapan demokrasi digital.


Penulis: Fidya Shabrina


0/Post a Comment/Comments

73745675015091643