FmD4FRX3FmXvDZXvGZT3FRFgNBP1w326w3z1NBMhNV5=
items

Berpegang Teguh pada Pancasila secara Kaffah

Pancasila merupakan refleksi dari falsafah dan budaya bangsa, termasuk di dalamnya bersumber dan terinspirasi dari nilai-nilai dan ajaran agama yang dianut bangsa Indonesia. Syarah pada lima asas dasar negara ini akan menguraikan nilai-nilai yang terdapat pada masing-masing sila dan relasinya dengan nilai-nilai ajaran agama, khususnya Islam.




[caption id="attachment_12135" align="aligncenter" width="800"]Berpegang Teguh pada Pancasila secara Kaffah Pancasila. (Ilustrasi: NU Online)[/caption]

Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa (At-Tauhid). Semua agama pada dasarnya mengajarkan keesaan Tuhan (tauhid). Bersama dengan konsep lain, konsep Ketuhanan Yang Maha Esa ini membentuk satu kesatuan dasar Negara Republik Indonesia yang dikenal dengan Pancasila. Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai landasan spiritual yang direfleksikan dalam Bab XI tentang agama.


Pada Pembukaan dan Pasal 29 ayat (1) UUD 1945 disebutkan yaitu “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa”. Secara tidak langsung UUD 1945 mempunyai nilai keislaman yang tinggi yang berhubungan dengan akidah (keyakinan) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.


Dalam konteks ini, agama memberikan kerohanian yang dalam sedangkan negara menjamin kehidupan keagamaan. Artinya negara sebagai lembaga publik harus melindungi hak dan kepentingan warganya yang termuat dalam konstitusi, termasuk kebebasan beragama tanpa membeda-bedakan antara penganut yang satu dan penganut agama yang lain.


Kedua, Kemanusiaan (Al-Insaniyah). Kemanusiaan sebagai landasan moral dan etika bangsa yang direfleksikan dalam hak asasi manusia. Hak asasi manusia adalah klaim yang harus dipenuhi demi mempertahankan eksistensi harkat dan martabat manusia. Hal ini sejalan dengan konsep Islam tepatnya Firman Allah (QS. Al-Isra’ [17]: 70) yang memandang manusia sebagai makhluk yang dimuliakan oleh Allah, lebih dari makhluk-makhluk lain di alam semesta ini.


Konsep hak-hak insan dalam Islam bisa dirujuk pada konsep al-Ghazali dan segenap ahli ushul fikih dengan apa yang mereka sebut sebagai al-Kulliyat/al-Maqasid al-Khamsah bagi negara dan bangsa Indonesia (lima hak-hak dasar universal), yaitu (1) Berhubungan dengan perlindungan jiwa dan tubuh (hifdzun nafs). (2) Berhubungan dengan perlindungan akal (hifdzul ‘aql). (3) Perlindungan atas agama/keyakinan (hifdzud din). (4) Perlindungan atas harta benda (hifdzul mal). (5) Perlindungan atas kehormatan dan keturunan (hifdhul-irdl wan-nasl).


Baca selengkapnya di : https://www.nu.or.id/post/read/122782/berpegang-teguh-pada-pancasila-secara-kaffah

0/Post a Comment/Comments

73745675015091643