Kiai Dahlan & Muhammadiyah: Usaha Melumat Kejumudan Umat

Suatu kali di depan murid-muridnya, K.H. Ahmad Dahlan berucap tegas dengan nada sedikit kesal. “Kalian sudah hafal surat Al Ma’un, tapi bukan itu yang saya maksud. Amalkan! Diamalkan, artinya dipraktekkan, dikerjakan! Rupanya, saudara-saudara belum mengamalkannya,” lantang sang kiai seperti diungkap Junus Salam dalam K.H. Ahmad Dahlan, Amal dan Perjuangannya (2009).



“Mulai hari ini,” lanjutnya, “Saudara-saudara pergi berkeliling mencari orang miskin. Kalau sudah dapat, bawalah pulang. Berilah mereka mandi dengan sabun yang baik, berilah pakaian yang bersih, berilah makan dan minum, serta tempat tidur di rumahmu” (hlm. 149).


Ahmad Dahlan bukan orang yang jago teori semata. Harus ada praktik konkret agar benar-benar paham dan tahu persoalan yang dihadapi untuk kemudian diselesaikan. Baginya, ajaran Islam tidak akan membumi dan dijadikan pandangan hidup pemeluknya kecuali dipraktikkan. Betapa pun bagusnya rencana atau rancangan, mustahil mencapai tujuan jika tidak diterapkan. Oleh karena itu, Ahmad Dahlan tidak terlalu banyak mengelaborasi ayat-ayat al-Qur'an. Kiai ini, menurut Herry Mohammad dalam Tokoh-tokoh Islam yang Berpengaruh Abad 20 (2006), lebih cenderung mengaplikasikannya langsung dalam kehidupan melalui amal nyata (hlm. 10).

Baca selengkapnya di artikel "Kiai Dahlan & Muhammadiyah: Usaha Melumat Kejumudan Umat", https://tirto.id/cAcw

Post a Comment

Sampaikan Komentar Anda Disini....

Previous Post Next Post