Strategi Mendes Agar Dana Desa Tak Cuma Dirasakan Elit

[embed]https://www.youtube.com/watch?v=uBQox5fwZp8[/embed]

 


Jakarta - Sejak Oktober lalu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menetapkan SDGs Desa sebagai arah pembangunan desa hingga 2030. Program ini merupakan turunan dari Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. SDGs (Sustainable Development Goals) Desa merupakan turunan dari SDGs Nasional, yang secara global ditetapkan PBB pada akhir 2015.


"Bila selama ini pembangunan masih cuma untuk segelintir elit di desa. Ke depan harus dirasakan manfaatnya oleh segenap warga desa tanpa kecuali (no one left behind) yang mengarah pada 18 tujuan pembangunan berkelanjutan yakni melalui SDGs Desa atau pembangunan total atas desa," papar Menteri Desa dan PDTT Abdul Halim Iskandar kepada tim Blak-blakan Derik.com, Kamis (13/11/2020).


SDGs Desa, dia melanjutkan, merupakan upaya terpadu untuk mewujudkan tercapainya tujuan pembangunan nasional berkelanjutan atau SDGs nasional. Untuk mewujudkan SDGs Desa, Halim yang biasa disapa Gus Menteri, menerbitkan Peraturan Menteri Desa PDTT No 13/2020, yang menyatakan Rp 72 triliun dana desa tahun 2021 diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan SDGs Desa.


"Arahannya jelas agar dana desa dirasakan kehadirannya untuk warga desa khususnya golongan terbawah tanpa kecuali. Dana desa juga harus berdampak pada peningkatan ekonomi dan SDM desa, sesuai arahan Presiden," kata Gus Menteri Halim.


Namun demikian, Kemendes PDTT tetap memberikan keleluasaan kepada pemerintah desa untuk menentukan arah pembangunan desa yang sesuai dengan kondisi faktual di desa. Untuk itu, dari 17 pois SDGs Desa sebagai turunan dari SDGs, dia menambahkan satu poin terkait kearifan lokal dan adat istiadat di desa.


"Tujuan dasar pembangunan bagaimana pun jangan sampai menyingkirkan apalagi merusak yang sudah ada. Kita punya banyak Desa Adat," kata politisi PKB itu.


Selanjutnya, Kemendes PDTT telah membagi sembilan tipe desa yang sesuai dengan SDGs Desa, yaitu: Desa Tanpa Kemiskinan dan Kelaparan, Desa Ekonomi Tumbuh Merata, Desa Peduli Kesehatan, Desa Peduli Lingkungan Hidup, Desa Peduli Pendidikan, Desa Ramah Perempuan, Desa Berjejaring, Desa Tanggap Budaya, dan Desa Pancasila.


Untuk lebih memudahkan para Kepala Desa di seluruh tanah air memahami dan menerapkan strategi SDGs Desa, dia telah merilis buk Trilogi SDGs Desa, yakni tentang Konsep dan Pemikiran, Metode Pengukuran SDGs Desa, serta Hasil-hasil SDGs Desa.


Pada bagian lain, Gus Menteri juga mengungkapkan jati dirinya yang ndeso sehingga memiliki empati tersendiri terhadap pembangunan pedesaan. Seperti apa kendesoan seorang Abdul Halim Iskandar dan hubungannya dengan sang Adik, Abdul Muhaimin Iskandar? Kenapa dia menyebut Ketua Umum PKB itu sebagai sosok pemberontak sejak mulai beranjak remaja? Selengkapnya saksikan dalam program Blak-blakan.



Deden Gunawan - detikNews


Sumber : https://news.detik.com/berita/d-5252980/strategi-mendes-agar-dana-desa-tak-cuma-dirasakan-elit

Post a Comment

Sampaikan Komentar Anda Disini....

Previous Post Next Post